Beberapa pria, khususnya yang belum menikah, bertanya-tanya apakah
penis yang dimilikinya termasuk dalam kategori normal atau tidak.
Terkadang beberapa dari mereka tidak percaya diri dengan penisnya yang
dirasa kebesaran atau kekecilan. Sebenarnya, seperti apakah penis yang
normal?
Dari sisi medis, penis yang normal adalah penis yang
sehat, yakni yang tidak terkena penyakit seperti misalnya kutil kelamin.
Sebagaimana wajah manusia di mana tidak ada yang seragam, begitu pula
halnya dengan penis, kondisinya berbeda-beda. Warnanya berbeda,
ukurannya pun berbeda antara laki-laki yang satu dengan yang lain.
Karena
berada di tempat yang tertutup, masing-masing pria tentu kesulitan
untuk membandingkan penisnya dengan penis teman-temannya. Sehingga
'kenormalan' penis kerap mengacu pada film-film maupun gambar bermuatan
pornografi yang dilihatnya. Sayangnya apa yang disajikan dalam foto dan
gambar tersebut tidak mencerminkan dunia nyata.
Dikutip dari Body and Soul, tidak ada patokan angka tertentu untuk ukuran penis.
Demikian pula dengan bentuk dan warnanya, karena tidak ada yang tampak
sama. Bahkan terkadang ada nuansa warna pada batang dan kepala penis.
Selain itu ujung penis dan uretra yang dimiliki masing-masing pria pun
bervariasi.
Beberapa penis dapat memiliki pembuluh darah
menonjol, sementara yang lain tidak sama sekali. Ada penis yang disunat
dan yang tidak disunat, sehingga terkait hal ini, bentuk penis sudah
pasti berbeda. Semua ini menunjukkan bahwa setiap penis berbeda.
Terkait
panjang penis, menurut studi pada 1.661 orang yang dipublikasikan dalam
Journal of Sexual Medicine pada 2013, rata-rata penis yang ereksi
berukuran 14 cm. Akan tetapi, sangat jelas ada keberagaman, di mana
ditemukan pula pria yang memiliki panjang ereksi antara 4 cm hingga 26
cm.
Menurut seksolog dr Andri Wanananda MS, penis tidak
berlapiskan otot sebagaimana pangkal lengan atau paha yang bisa dilatih
untuk dibesarkan di pusat kebugaran. Selain itu yang paling penting
sebenarnya bukan besar atau kecilnya penis, melainkan keras dan
tegangnya saat mengalami rangsangan seksual.
Apalagi panjang
vagina rata-rata adalah 4 inchi dan saraf-saraf yang menimbulkan rasa
menyenangkan terletak di sepertiga luar vagina. Ujung saraf terbanyak,
yakni sebanyak 8.000, tidak berada di dalam vagina melainkan di
klitoris. Selain itu beberapa perempuan melaporkan penis yang terlalu
besar kadang menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan menimbulkan rasa
sakit.
Selain ukuran, hal yang dikeluhkan beberapa pria adalah
penisnya yang tidak lurus alias bengkok. Jika bengkoknya sangat kentara
hingga menyerupai pisang atau gagang payung, biasanya dipicu oleh
peyronie's disease. Hingga batas tertentu gangguan ini tidak berbahaya,
tetapi kalau sudah ekstrem bisa memicu rasa nyeri yang sangat
mengganggu.
Penyebab paling umum penis bengkok adalah bekas luka
yang membentuk jaringan keras di salah satu sisi dan menghambat
pertumbuhan di sisi tersebut. Operasi sering jadi pilihan untuk
mengatasinya, namun belakangan bisa juga diatasi dengan menyuntikkan
senyawa tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar